Strategi Industri Jasa Keuangan Hadapi Transformasi Digital

Transformasi digital memungkinkan berbagai pekerjaan yang biasa dilakukan manusia dikerjakan oleh teknologi. Meski begitu kondisi ini melahirkan kesempatan baru yang belum pernah ada sebelumnya.

Sebab, tidak semua hal bisa dikerjakan secara otomatis oleh mesin atau teknologi. Sebaliknya, peran tenaga kerja di masa mendatang lebih banyak menggunakan analisis. Untuk itu, menjadi penting sejak dini mengarahkan tenaga kerja ke arah kebutuhan baru.

“Jadi yang terjadi bagaimana menyiapkan SDM ke arah kebutuhan baru dalam perkembangan teknologi ini, misalnya skill analisis yang tidak bisa dilakukan oleh sistem. Ini harus jadi perhatian industri jasa keuangan,” tutur Heri Siswoyo, Direktur Utama (Dirut) Bumdesa Bersama Banyumas.

Fokus ke Pelayanan Konsumen

Selain memperbaiki SDM, industri jasa keuangan juga harus tetap fokus pada konsumennya. Keterbatasan dalam berinteraksi secara fisik bukan berarti pelaku usaha berjarak dengan pelanggannya.

Sebaliknya, pelaku usaha justru harus memiliki kedekatan emosional dengan para pelanggan. Cara ini penting dilakukan dalam rangka menyediakan fitur atau program baru yang sesuai dengan keinginan pelanggan.

“Interaksi ini tetap penting untuk meningkatkan layanan digital yang dapat memenuhi kebutuhan konsumen sesuai dengan kebutuhannya,” tutur Heri.

Penggunaan teknologi baru dalam menjalankan bisnis perlu jadi perhatian. Pengelolaan data dan layanan lain yang dapat meningkatkan produktivitas, daya saing, dan mempertimbangkan keamanan data tentu perlu jadi perhatian.

Kesuksesan dalam transformasi bisnis juga tergantung pada peran pemimpinnya. Pemimpin harus bisa merangkul perubahan, menanggung resiko, mau berubah dan memiliki pandangan ke depan.

Tak hanya itu pemimpin juga harus memiliki pemahaman tentang teknologi dan keinginan perubahan. Kekuatan dalam memimpin perubahan juga menjadi dasar transformasi digital dalam industri jasa keuangan.

“Kriteria ini berlaku di industri jasa keuangan maupun bagi kami di Bumdesa Bersama Banyumas dan seluruh kegiatan apapun, baik di dunia perdagangan, bisnis dan semua perlu melakukan transformasi,” pungkasnya.

Transformasi Digital Semakin Memudahkan Pelayanan Nasabah

Transformasi digital semakin memudahkan pelayanan nasabah teknologi berkembang dengan sangat cepat. Kini, perubahan teknologi pun menjadi lebih drastis, terutama dengan hadirnya dunia digital. Beragam aspek dalam kehidupan pun semakin terpapar dengan perkembangan teknologi, sehingga mendorong adanya proses transformasi digital.

Dikutip dari SAS.com, transformasi digital mengacu pada proses dan strategi menggunakan teknologi digital untuk secara drastis mengubah cara bisnis beroperasi dan melayani pelanggan.

Transformasi digital sendiri sudah terasa di banyak bidang, mulai dari cara kita bekerja, berbelanja, belajar, bepergian, mendapatkan layanan kesehatan, dan lain-lain. Satu hal yang menjadi persamaan dari transformasi digital ini adalah kemudahan dalam mendapatkan akses.

Kini, semakin banyak pula perusahaan yang secara serius menggarap transformasi digital. Bukan hanya sekedar mengikuti tren, tetapi secara serius menapaki proses transformasi digital untuk mendukung kelangsungan bisnis jangka panjang.

Kehadiran pandemi Covid-19 tidak membuat perusahaan berhenti berinovasi dan menghentikan bisnis. Justru pandemi membawa dampak positif terhadap transformasi digital yang belum pernah terbayangkan sebelumnya. Pandemi juga membawa tantangan bagi perusahaan yang bergerak dalam jasa pelayanan, karena dengan adanya pembatasan sosial.

Oleh sebab itu, dibutuhkan transformasi digital yang membuat proses pelayanan dapat tetap berlangsung, dan dapat dilakukan dari mana saja, kapan saja. Tanpa dibatasi oleh jarak, serta interaksi tatap muka.

BKD Banyumas memahami pentingnya transformasi digital dalam kelangsungan bisnis. Agar dapat menghadirkan pelayanan serta pengalaman terbaik bagi Nasabah, proses digitalisasi juga menjadi komitmen BKD Banyumas untuk terus berinovasi. Inovasi yang dihadirkan pun sejatinya berpangkal pada pemenuhan kebutuhan dan kenyamanan Nasabah.

Sejalan dengan komitmen tersebut, BKD Banyumas menghadirkan BKD Virtual Care sebagai sebuah ekosistem layanan digital terintegrasi melalui Whatsapp sebagai pintu gerbang (gateway), yang disebut sebagai Whatsapp Interaktif. Melalui BKD Virtual Care, Nasabah dapat terhubung langsung dengan Pusat Layanan Nasabah BKD Banyumas untuk mendapatkan pelayanan sesuai kebutuhan, dan akan menerima respon pada saat itu juga (real time). Di samping itu, melalui BKD Virtual Care, BKD Banyumas juga menghadirkan kemudahan dalam proses pengiriman dokumen, pengisian formulir melalui e-form (formulir elektronik), karena semuanya dapat dilakukan secara digital.

Solusi layanan terkini dari BKD Banyumas juga memberikan kesempatan bagi Nasabah yang membutuhkan asistensi lanjutan untuk mendapatkan layanan tatap muka secara virtual.

BKD Virtual Care merupakan layanan Nasabah pertama yang hadir dengan berbagai fitur yang lengkap dan komprehensif bagi semua kebutuhan Nasabah BKD. Layanan ini dapat diakses melalui nomor 0811-xxx0-1896 pada hari Senin – Jumat di jam 09.00 – 17.00 WIB.

Akses Nasabah dalam mendapatkan layanan semakin mudah dan cepat berkat kehadiran transformasi  digital. Sejalan dengan komitmen BKD Banyumas dalam menghadirkan solusi terdepan dengan tiga fokus utama, Proses yang Cepat, Layanan Tepat dan Berbasis pada Solusi.