Jika Anda ingin menabung di bank agar bisa menikmati bunga yang tinggi, Bank Perkreditan Rakyat (BPR) boleh dipilih sebagai salah satu pelabuhan harapan tersebut. Asalkan Anda jeli, cermat, dan hati-hati dalam memanfaatkan produk keuangan itu.

Peluang memetik bunga tinggi ini kian terbuka seiring kebijakan Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) yang menaikkan suku bunga penjaminan. Untuk periode 15 Mei lalu hingga 14 September mendatang, LPS menaikkan suku bunga penjaminan di BPR sebesar 25 basis poin menjadi 10,25%. Alhasil, menyimpan uang di BPR lebih menguntungkan ketimbang di bank umum yang terikat batas maksimal bunga penjaminan sebesar 7,75%.

Usaha BPR meliputi usaha untuk menghimpun dan menyalurkan dana dengan tujuan mendapatkan keuntungan. Keuntungan BPR diperoleh dari spread effect dan pendapatan bunga. Adapun usaha-usaha BPR adalah :

  • Menghimpun dana dari masyarakat dalam bentuk simpanan berupa deposito berjangka, tabungan, dan/atau bentuk lainnya yang dipersamakan dengan itu.
  • Memberikan kredit.
  • Menyediakan pembiayaan bagi nasabah berdasarkan prinsip bagi hasil sesuai dengan ketentuan yang ditetapkan dalam Peraturan Pemerintah.
  • Menempatkan dananya dalam bentuk Sertifikat Bank Indonesia (SBI), deposito berjangka, sertifikat deposito, dan/atau tabungan pada bank lain. SBI adalah sertifikat yang ditawarkan Bank Indonesia kepada BPR apabila BPR mengalami over liquidity atau kelebihan likuiditas.

Sumber: https://id.wikipedia.org/wiki/Bank_Perkreditan_Rakyat