Purwokerto – Dengan semangat perubahan dan kemajuan bersama lembaga keuangan perbankan ini akan bersiap mengangkat program unggulannya yakni Kredit Usaha Skala Mikro dan Kredit Mitra Kelompok Petani/Peternak yang ada pada kawasan perdesaan di Banyumas.

 

 

 

 

 

Direktur Utama Bank Perkreditan Rakyat Badan Kredit Desa (PT BPR BKD) Banyumas, Heri Siswoyo mengatakan, pada usianya lembaga keuangan yang sangat matang ini, pihak manajemen menargetkan kehadiran Bank Milik Pemerintah Desa se-Kabupaten Banyumas ini akan diterapkan juga mendukung usaha desa di seluruh pasar tradisionalnya masing-masing.

Target ini dicanangkan agar kemandirian usaha skala mikro/kecil, dan para kelompok petani/peternak dapat tercapai. “Selain itu untuk menghilangkan lingkaran jerat pada pedagang pasar terhadap bank titil yang menggerogoti pedagang, ini sesuai dengan mandat para kepala desa pemilik BKD,” jelasnya.

Untuk menjangkau ke pasar tradisional tingkat desa, lanjutnya, terdapat dua program unggulan dari BPR BKD yakni Kredit Mikro Usaha Pedesaan (Mikrodes) dan Kredit Mitra Kelompok Tani/Ternak (Mitra Poktan).

Kredit Mikrodes adalah kredit dengan plafon maksimal Rp. 1-5 juta dengan bunga dibawah 2 persen. “Kita menargetkan penyaluran Rp 1 miliar di tahun 2017 ini,” terangnya. Sementara Kredit Mitra Poktan merupakan produk pengembangan baru diperuntukkan bagi petani/peternak dengan pinjaman maksimal Rp. 20-30 juta.

Selain itu, dalam mengintegrasikan dengan perkembangan teknologi juga dijalankan program jemput setor atau tabungan oleh kolektor/marketing. Tujuannya, menjangkau pelayanan di seluruh daerah hingga ke pelosok desa-desa. “Kita juga sedang mencari kerjasama dengan provider agar bisa memaksimalkan program ini,” kata Heri Siswoyo.